Wikia

Asuh Indonesia

Terbang saat hamil

Bicara0
94pages on
this wiki

Yang Boleh Terbang dengan pesawatEdit

Semua maskapai penerbangan memiliki aturan-aturan untuk ibu hamil. Jadi, cek di maskapai penerbangannya sebelum memesan tiket. Menurut Maskapai penerbangan komersil, tidak ada risiko khusus pada wanta hamil yang sehat jika ingin bepergian dengan pesawat terbang begitu juga pada janinnya.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, waktu paling aman untuk wanita hamil bepergian dengan pesawat terbang adalah selama trimester kedua (18 sampai 24 minggu). Trimester kedua merupakan periode dimana risiko kelahiran mendadak atau prematur lebih rendah. Banyak dokter merekomendasikan untuk tidak bepergian dengan pesawat terbang setelah kehamilan berusia 36 minggu atau lebih; atau jika ibu berisiko melahirkan prematur[1].

Yang Tidak Boleh TerbangEdit

Ibu hamil dengan kondisi tidak fit dapat meningkatkan risiko maka sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum bepergian dengan pesawat terbang. Kondisi-kondisi tersebut termasuk [1]:

  • Anemia berat
  • Sickle cell disease (kelainan bentuk sel darah merah yaituberbentuk bulan sabit)
  • Pernah ada riwayat penggumpalan darah
  • Plasenta lemah

Tips Naik Pesawat Untuk Wanita HamilEdit

Berikut beberapa tips untuk wanita hamil yang berencana hendak bepergian dengan pesawat terbang [1]:

  • Mintalah untuk duduk bagian tengah pesawat-yang menawarkan tempat lebih dan nyaman atau dekat bagian sayap pesawat, yang lebih nyaman ketika terbang.
  • Kencangkan sabuk pengaman di perut bagian bawah, menyilang di bagian pundak kebawah.
  • Jika memungkinkan, bangun dan jalan setiap setengah jam untuk peregangan otot-otot dan melindungi dari penyumbatan pembuluh darah.
  • Minum banyak cairan. Kelembaban yang rendah di kabin dapat menimbulkan efek dehidrasi.

Mengatasi Kekhawatiran AndaEdit

Tekanan udara yang lebih rendah di kabin pesawat terbang memiliki efek minimal pada janin, Selama penerbangan, tekanan udara disesuaikan di ketinggian kira-kira antara 5000 dan 8000 meter dari atas permukaan laut. Meskipun wanita hamil dan bayinya memiliki lebih sedikit oksigen di darahnya daripada seharusnya pada level diatas laut, tubuh akan menyesuaikannya[1].

wanita hamil mengkhawatirkan tekanan pada radiasi elektromagnetik dari matahari ketika di ketinggian diatas laut. Meskipun tekanan meningkat pada ketinggian, ini masih lebih rendah dan tidak akan meningkatkan risiko kelahiran atau kelahiran mendadak[1].

ReferensiEdit

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 Q&A Kehamilan. SehatWeb. Diakses 23 Mei 2006

Around Wikia's network

Random Wiki