Wikia

Asuh Indonesia

Sakitnya melahirkan

Bicara0
94pages on
this wiki

Artikel ini akan membahas bagaimana sakitnya melahirkan dan bagaimana penanggulangannya, dalam rangka mempersiapkan mental untuk menyambut kelahiran bayi.

Seberapa Sakitnya Melahirkan?Edit

Kontraksi menjelang melahirkan menyebabkan sakit di daerah perut/rahim. Rasa sakitnya datang perlahan, memuncak, dan lantas pergi perlahan.[1] Proses yang berulang-ulang ini seiring dengan proses kontraksinya rahim itu sendiri. Berikut bagaimana rasa sakit kontraksi dijabarkan oleh para ibu:

  • Lima kali rasa sakit keram perut saat menstruasi. [1]
  • Rasa sakitnya bisa diumpamakan seperti sakit perut yg melilit pengen pup, tetapi toiletnya sedang penuh. [2]
  • Mulas seperti sakit diare, hingga keluar keringat dingin karena sakitnya. [1]
  • Waktu ngeden dan bayinya keluar, gak sakit sama sekali. Kayak mo beol aja (ups.. sori ya... he..he). Yang sakit itu waktu kontraksinya. Karena cepet banget, rasa sakit kontraksi sebelumnya belum pulih, udah dateng lagi kontraksi berikutnya. [3]
  • Rasa sakit saat kontraksi berawal dari rahim bagian atas, lalu merambat ke bagian atas tulang kemaluan. Lama kelamaan kontraksi akan teratur, serta nyerinya makin kuat. [4]

Semakin mendekati proses persalinan (normal/vaginal) rasa sakitnya akan bertambah, dan interval pengulangannya akan semakin sering. Pada fase persalinan aktif intervalnya adalah setiap 3-4 menit dan sakitnya mencapai puncaknya. Pada titik ini anda akan merasa ingin ngeden. Segeralah menginformasikan suster/dokter/bidan, dan setelah pengecekan bukaan, mereka akan memberi aba-aba kapan anda harus ngeden. [1]

Menanggulangi Sakitnya MelahirkanEdit

Duduk di kolam / bak air hangat (37-40 derajat) selama tahap pertama persalinan dapat mengurangi sakit dan menurunkan peluang ibu diberi suntikan anestesi epidural.[5]

Peran Suami / Pendamping PersalinanEdit

Suami atau pendamping persalinan lainnya dapat berperan dalam mengurangi rasa sakit melahirkan ini, misalnya dengan membimbing istri untuk melakukan pernafasan untuk menghilangkan rasa sakit, memegang tangan istri, memberi semangat, atau memberi bimbingan visualisasi agar istri tetap tenang[1].

ReferensiEdit

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 Chaerani, M. Looking Back: We Managed It Well. Singapore, 2005
  2. Shanti. Sakitnya melahirkan. Jakarta, 2006
  3. Vera. Cerita Kelahiran. Jakarta, 2005
  4. Nunik. Tanda tanda Melahirkan. Jakarta, 2006
  5. Sriwijaya Post. Air Hangat Kurangi Sakit Persalinan. Palembang 2002

Around Wikia's network

Random Wiki