Wikia

Asuh Indonesia

Obat saat hamil

Bicara0
93pages on
this wiki

Pada umumnya, semua risiko potensial dari obat-obatan perlu diperhatikan mengingat efek yang berpotensial lebih berbahaya jika tidak digunakan secara bijak[1].

AntibiotikEdit

Keamanan antibiotik saat hamil adalah tergantung dari banyak faktor, termasuk tipe antibiotik, berapa banyak dikonsumsi, berapa lama dkonsumsi dan pada usia kehamilan berapa ketika mengonsumsi antibiotik[1]. Beberapa antibiotik secara umum aman untuk dikonsumsi ketika masa kehamilan. Termasuk penisilin, sefalosporin dan eritromisin. Antibiotik lainnya seperti streptomisin, kuinolon dan tetrasiklin, diketahui memiliki risiko bagi perkembangan janin sehingga sebaiknya dihindari.

Jika hanya antibiotik yang dapat menyembuhkan, maka dokter akan meresepkan antibiotik yang paling aman dan dosis yang aman pula[1]. Jangan lupa untuk mengatakan kepada dokter ketika berkonsultasi bahwa sedang hamil, sehingga dapat disesuikan dalam perawatan. Jika ada pertanyaan mengenai mengonsumsi antibiotik atau segala hal yang berhubungan dengan tindakan medis ketika masa kehamilan, diskusikan dengan dokter.

Obat AlergiEdit

Food and Drug Administration (FDA) menyarankan untuk adanya label pada obat-obatan yang mengindikasikan apakah ada risiko jika dikonsumsi selama kehamilan. Setiap obat-obatan juga mendapatkan klasifikasi A, B, C, D dan X (lihat artikel kategori obat dalam kehamilan menurut FDA). Pengobatan terhadap alergi misal loratadin (Claritin, dan lainnya) adalah termasuk kategori obat B. Ini mengindikasika ketika diujicobakan ke hewan tidak menunjukkan ada risiko pada janin. Tetapi obat-obatan belum diuji untuk kehamilan pada manusia apakah terbukti keamanannya[1].

Sangat sedikit obat-obatan yang telah terbukti aman untuk dikonsumsi selama kehamilan[1]. Menurut FDA, peneltian tidak dilakukan untuk wanita hamil dikarenakan dikhawatirkan akan membahayakan janin. Sehingga, dokter harus membuat keputusan menggunakan bukti ilmiah terbaik yang tersedia. Peringatan yang ada penting untuk diingat ketika berhubungan dengan penggunaan dari obat-obatan ketika masa kehamilan. Konsumen kesehatan dan doktor harus mempertimbangkan gejala alerginya dan risiko terhadap janin ketika mengonsumsi Claritin atau obat-obatan alergi lainnya.

Jika memungkinkan, hindari pemicu alergi yang dapat memicu gejala alergi[1]. Ini akan mengurangi kebutuhan untuk mengonsumsi obat-obatan alergi. Juga, ingat bahwa gangguan pada hidung biasanya bisa lebih parah ketika hamil selama perubahan hormon. Ini juga terjadi pada wanita hamil yang tidak memiliki alergi. Jika ingin hamil atau sedang hamil, konsultasikan dengan dokter sebelum mengambil tindakan medis atau mengkonsumsi obat.

ReferensiEdit

  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 Q&A Kehamilan. SehatWeb. Diakses 23 Mei 2006

Photos

Add a Photo
23photos on this wiki
Lihat semua foto >

Recent Wiki Activity

Lihat lebih>

Around Wikia's network

Random Wiki