Wikia

Asuh Indonesia

Menstruasi

Bicara0
93pages on
this wiki

Siklus menstruasi adalah siklus alami tubuh wanita untuk reproduksi.

Satu siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi sampai tepat satu hari sebelum menstruasi bulan berikutnya.

Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari, dan hanya sekitar 10-15% wanita memiliki siklus 28 hari.[1]

Daftar isi

Fase Pra OvulasiEdit

Pada hari pertama menstruasi, terjadi perdarahan akibat peluruhan dinding rahim (endometrium) yang disebabkan oleh penurunan level hormon progesteron. Hal ini terjadi karena ovum (sel telur) yang dilepas pada siklus sebelumnya tidak mengalami pembuahan, sehingga dinding rahim yang dimaksudkan untuk menangkap ovum yang terbuahi tidak diperlukan lagi. Peluruhan dinding rahim ini berlangsung selama beberapa hari, atau rata-rata lima hari.

Pada saat perdarahan menstruasi ini berlangsung, hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) serta hormon LH (Luteinizing Hormone) mulai dilepas oleh tubuh, yang berfungsi untuk mematangkan ovum yang akan dilepas pada siklus ini.

Saat ovum matang, tubuh mengalami peningkatan hormon estrogen, dan hormon FSH dan LH mengalami penurunan. Dengan hormon estrogen ini, dinding rahim baru perlahan-lahan terbentuk. Seiring dengan meningkatnya estrogen, lendir leher rahim, yang berfungsi untuk membantu aliran sperma, mulai terbentuk.

Pada saat level hormon estrogen mencapai puncaknya[2]:

  • ketebalan dinding rahim juga mencapai maximum
  • produksi lendir leher rahim juga mencapai maximum
  • leher rahim berada dalam kondisi terbuka dan dalam keadaan lembut

Tanda-tanda fisik di atas digunakan dalam metode kesadaran kesuburan[2].

OvulasiEdit

Silakan baca lengkapnya dalam artikel ovulasi

Fase Pasca OvulasiEdit

Setelah ovum dilepaskan dari ovarium, folikel yang ada membentuk corpus luteum yang mulai melepaskan hormon progesteron. Hormon inilah yang menyebabkan kenaikan suhu basal tubuh dibandingkan suhu basal tubuh di hari-hari sebelumnya (thermal shift).

Selepas ovulasi, progesteron dan sedikit estrogen menahan dinding rahim agar tidak luruh. Hal ini dimaksudkan apabila terjadi pembuahan pada sel telur yang dilepaskan tadi, maka dinding rahim akan dapat menangkapnya dan terjadilah kehamilan.

Selepas ovulasi, produksi lendir leher rahim mengalami penurunan drastis dan posisi leher rahim mulai menutup dan tidak lagi lembut[2].

Jika Tidak Ada PembuahanEdit

Lama kelamaan, corpus luteum menjadi hancur produksi progesteron menurun sehingga tidak kuat menahan dinding rahim, terjadilah peluruhan.

Jika Ada PembuahanEdit

Lihat kehamilan

ReferensiEdit

  1. Medicastore. FAQ Mengenai FertiTest. Jakarta. Dikutip 22 Mei 2006
  2. 2,0 2,1 2,2 Weschler, Toni. Taking Charge of Your Fertility. New York, Harper Collins Publishers, 2002. ISBN 0060937645

Photos

Add a Photo
22photos on this wiki
Lihat semua foto >

Recent Wiki Activity

Lihat lebih>

Around Wikia's network

Random Wiki