Kesadaran kesuburan
Dari Asuh Indonesia
Metode Kesadaran Kesuburan (Fertility Awareness Method[1]) adalah praktek pengamatan tanda-tanda kesuburan wanita untuk mengetahui kapan fase subur atau fase infertil dalam siklus menstruasinya. Metode ini bisa digunakan untuk kontrasepsi maupun untuk mencapai kehamilan.
Daftar isi |
[sunting] Kesalahpahaman
Metode KK ini sedikit berbeda dengan Metode KB Alami (Natural Family Planning). Pengikut metode KBA berprinsip untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi sama sekali, sehingga pada fase subur mereka akan menghindari melakukan hubungan intim sama sekali. Sementara pengikut metode KK masih menggunakan alat kontrasepsi (seperti kondom atau diafragma) apabila ingin berhubungan intim pada masa subur. Umumnya alasan agama (misalnya Katolik) mendorong seseorang mengikuti metode KBA[2].
Metode KK bukanlah Metode Kalender. Metode kalender, atau dikenal juga sebagai metode ritme atau metode Knaus-Ogino, hanya bergantung pada penghitungan hari untuk mengira-ngira kapan jatuhnya fase subur. Metode kalender tidak seakurat metode KK, dan banyak pengikut metode KK menganggap metode kalender sudah ketinggalan jaman[2].
Untuk melengkapi metode KK dan metode KBA, pasangan yang baru mempunyai anak dapat pula mengikuti metode LAM (Lactational Amenorrhea Method), yaitu efek kontrasepsi yang timbul karena praktek menyusui.
[sunting] Kelebihan dan Kekurangan
Metode KK memiliki kelebihan sebagai berikut:
- Tanpa efek samping
- Gratis, tidak perlu membeli obat ataupun ke dokter
- Tidak menggunakan bahan kimia
- Dapat digunakan baik untuk mencapai kehamilan maupun untuk kontrasepsi
- Dapat digunakan oleh semua wanita, baik tua maupun muda, bahkan untuk wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur.
- Apabila dipraktekkan dengan benar, efektifitasnya mencapai 99%, setara dengan pil KB.
Kekurangannya
- Tidak mencegah dan menghalangi menularnya penyakit kelamin
- Sulit dilakukan jika baru melahirkan (terutama karena banyak bergadang)
[sunting] Penerapan
Pada prinsipnya, metode KK adalah melakukan kombinasi pengamatan dan pemetaan (Sympto-Thermo Method)[2]:
- Suhu basal tubuh
- Lendir leher rahim
- Posisi leher rahim (tidak harus)
Ketiga tanda-tanda kesuburan di atas dipetakan setiap hari, mulai dari hari pertama menstruasi. Beberapa bulan setelah memulai pemetaan, anda akan mulai mengerti siklus menstruasi anda, namun tidak berarti anda lantas berhenti melakukan pemetaan. Silakan download lembar pemetaan gratis dari website Toni Weschler.
Contoh peta-peta yang sudah jadi bisa didownload di sini.
[sunting] Mulai Pemetaan
Pemetaan sebaiknya dimulai pada hari pertama menstruasi. Berikut adalah ringkasan langkah-langkahnya[2]
[sunting] Pemetaan Suhu
- Ambil suhu basal tubuh sesuai dengan arahan di artikel ini.
- Masukkan angka tersebut ke dalam lembar pemetaan. Jika anda menggunakan termometer kaca, dan angkanya jatuh di antara dua angka, pilih angka yang terrendah.
- Rekam juga kejadian khusus seperti: stres, sakit, bepergian, bergadang, dsb, pada baris Miscellaneous. Juga tulis jika suhu anda diambil pada jam yang berbeda dari biasanya di baris Time Temp Taken.
- Pada hari berikutnya tarik garis menghubungkan suhu kemarin dengan hari ini (kecuali jika anda mengalami kenaikan suhu abnormal)
Langkah berikutnya adalah menggambar garis muka (coverline) di lembar pemetaan. Garis muka ini akan membantu anda membedakan tahap Pra Ovulasi dan tahap Pasca Ovulasi:
- Pada hari-hari berikutnya, perhatikan kapan suhu anda naik setidaknya dua digit lebih tinggi daripada suhu tertinggi di hari-hari sebelumnya dalam bagan.
- Pada hari itu, lihat mundur enam hari, dan tandai dengan stabilo keenam suhu rendah terakhir sebelum kenaikan suhu di atas
- Gambarlah garis muka satu digit di atas suhu yang tertinggi dalam enam hari terakhir yang sudah ditandai dengan stabilo itu.
Catatan: Hati-hati dengan kenaikan suhu abnormal. Kenaikan suhu di luar masa subur biasanya disebabkan oleh faktor seperti demam, stres, minum alkohol pada malam sebelumnya, atau begadang. Kenaikan suhu ini bisa terlihat apabila pada hari berikutnya suhu kembali turun lebih dari dua digit, ke level rendah. Kenaikan suhu abnormal ini dicatat di dalam lembar pemetaan, tetapi tidak dihubungkan dengan garis. Dalam penghitungan enam hari mundur untuk menggambar garis muka, suhu abnormal diabaikan, dan masukkan suhu hari sebelum suhu abnormal ke dalam penghitungan enam hari tersebut.
Pemetaan suhu membantu anda menghitung panjang siklus menstruasi dan kapan terjadinya ovulasi. Ovulasi terjadi pada hari terakhir sebelum terjadi kenaikan suhu pasca ovulasi. Tetapi, pemetaan suhu saja tidak cukup. Anda juga harus melakukan pengamatan dan pemetaan lendir leher rahim.
[sunting] Pemetaan Lendir
Silakan lihat artikel lendir leher rahim untuk mengetahui bagaimana melakukan pengamatan lendir leher rahim. Cara pemetaan adalah sbb:
- Tandai menstruasi di baris Dry, Spotting or PERIOD.
- Tandai bintang jika yang mengalir darah merah (biasanya dua hari pertama)
- Tandai bintang dilingkari jika yang mengalir coklat, merah muda, atau buram
- Tandai dengan tanda strip jika tidak ada lendir apa-apa.
- Tandai dengan mewarnai di baris Sticky jika yang muncul adalah lendir berwarna buram, putih atau kekuningan, tetapi tidak benar-benar basah. Kadang memiliki bentuk seperti pasta atau bekas karet penghapus.
- Tandai dengan mewarnai di baris Creamy, berikut baris di bawahnya, jika yang muncul adalah lendir berwarna buram, putih, atau kekuningan dengan bentuk seperti lotion.
- Tandai dengan mewarnai di baris Eggwhite, berikut baris di bawahnya, jika yang muncul adalah lendir basah seperti putih telur, biasanya berwarna bening. Lendir ini bisanya bisa ditarik hingga cukup panjang tanpa jatuh atau robek. Biasanya menyebabkan rasa basah pada vagina.
- Tandai sisa sperma atau sisa obat spermisida dengan tanda tanya
- Tulis di baris Vaginal Sensation dengan deskripsi mengenai kelembaban vagina yang anda rasakan: kering, lengket, lembab, atau basah.
[sunting] Pemetaan Posisi Leher Rahim
Silakan lihat artikel posisi leher rahim untuk mengetahui bagaimana melakukan pengamatan lendir leher rahim. Cara pemetaan adalah sbb:
- Tandai F, jika leher rahim berada dalam posisi rendah, tertutup, dan keras
- Tandai M, jika leher rahim berada dalam posisi pertengahan, agak terbuka, dan tidak terlalu keras
- Tandai S, jika leher rahim berada dalam posisi tinggi, terbuka, dan lembut.
[sunting] Kesimpulan Pemetaan
Puncak masa subur adalah:
- hari terakhir daripada hari-hari dengan lendir leher rahim yang basah dan subur, serupa dengan putih telur
- hari terakhir daripada hari-hari dengan keadaan vagina yang basah dan lembab (meski tanpa adanya lendir leher rahim)
- hari terakhir dari hari-hari dengan spotting di tengah-tengah siklus menstruasi
Tandai puncak masa subur dengan menuliskan PK di baris Fertile Phase and PEAK DAY dalam lembar pemetaan. Ini pun dapat dikonfirmasi dengan pengamatan posisi leher rahim
Puncak masa subur terjadi sebelum kenaikan suhu basal tubuh
[sunting] Fase Infertil
Menurut Weschler[2], berikut adalah penentuan fase infertil dalam metode ini:
- Pra Ovulasi:
- Lima hari pertama setelah menstruasi selesai anda infertil
- Pada hari-hari anda kering sebelum ovulasi (dilihat dari adanya lendir leher rahim dan kelembaban vagina) anda aman untuk berhubungan intim pada malam harinya.
- Pasca Ovulasi
- Tiga hari setelah kenaikan suhu basal tubuh anda infertil (mulai malam ketiga setelah kenaikan suhu basal tubuh).
- Empat hari setelah puncak masa subur, anda infertil (mulai malam keempat setelah puncak masa subur)
Apabila ragu akan kesuburan anda, gunakan kontrasepsi penghalang.
[sunting] Referensi
- ↑ Wikipedia. Fertility Awareness. 23 May 2006
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 Weschler, Toni. Taking Charge of Your Fertility. New York, Harper Collins Publishers, 2002. ISBN 0060937645
