Kembali bekerja
Dari Asuh Indonesia
Orangtua yang memutuskan untuk berhenti bekerja sementara untuk mengasuh anak barangkali ingin kembali bekerja saat waktunya tepat. Tetapi pada kenyataannya ada stigma dalam masyarakat terhadap orang yang sempat berhenti bekerja. Berikut tips-tips untuk kembali bekerja, baik untuk ibu rumah tangga maupun bapak rumah tangga.
Daftar isi |
[sunting] Aspek Umum
[sunting] Persiapan
- Jangan berhenti untuk menjalin hubungan dengan rekan-rekan profesional anda, melalui acara-acara sosial atau cara lain. Networking sangat penting.
[sunting] Khusus Untuk Ibu Rumah Tangga
[sunting] Khusus Untuk Bapak Rumah Tangga
Bapak rumah tangga yang kembali bekerja menghadapi posisi yang lebih sulit daripada ibu rumah tangga yang kembali bekerja. Namun berikut adalah tips untuk mempermudah transisi itu.
[sunting] Mencari Kerja dan Wawancara
- Dalam wawancara, fokus kepada membicarakan keahlian anda mengapa perusahaan tsb mendapat nilai tambah dengan mempekerjakan anda
- Apabila ditanya mengenai kekosongan dalam CV anda saat menjadi bapak rumah tangga, anda bisa membicarakan hal tersebut dengan terbuka namun dengan diplomatis dan strategis.
- Tunjukkanlah bagaiman pengalaman pengasuhan anak memberi sumbangan penting pada keahlian anda, misalnya dari segi disiplin, kreativitas, dan multitasking [1]
- Apabila si pewawancara adalah seorang wanita karir yang sudah berkeluarga, ada kemungkinan besar si pewawancara akan melihat keputusan anda sebagai hal yang positif [1]
