Infertilitas
Dari Asuh Indonesia
Infertilitas (Infertility[1]) adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat hamil secara alami atau tidak dapat menjalani kehamilannya secara utuh.
Daftar isi |
[sunting] Definisi
Definisi standar infertilitas adalah ketidakmampuan untuk menjadi hamil dalam satu tahun setelah secara teratur menjalani hubungan intim tanpa kontrasepsi[2].
[sunting] Kesalahpahaman
Menurut Weschler[3], ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berkesimpulan dirinya infertil, padahal sebenarnya belum tentu demikian:
- Apabila dalam satu tahun tidak terjadi kehamilan meski menjalani hubungan intim tanpa kontrasepsi.
- Jika siklus menstruasi tidak teratur. Padahal, tidak semua wanita memiliki siklus 28 hari, dan ovulasi tidak selalu terjadi pada hari ke 14.
- Dokter terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan frekuensi hubungan intim, dan terburu-buru menerapkan tes-tes yang invasif atau terburu-buru memberikan obat. Padahal, keseringan hubungan intim tidak akan menghasilkan kehamilan apabila dilakukan pada waktu yang tidak tepat. Dokter yang teliti akan mengambil langkah berikut terlebih dahulu:
- Analisa sperma pada pria.
- Analisa pemetaan kesuburan wanita. Pada hari keberapakah si wanita mengalami ovulasi?
- Dokter hanya memfokuskan mengambil solusi berdasarkan kenaikan suhu basal tubuh, dan mengabaikan pengamatan lendir leher rahim. Padahal, kenaikan suhu terjadi pada saat ovum sudah mati, sementara masa subur adalah tepat sebelum kenaikan suhu tersebut terjadi. Lihat menstruasi.
- Dokter melakukan tes kesuburan pada waktu yang tidak tepat. Contohnya adalah :
- Penerapan tes pasca-senggama (postcoital test), yang dimaksudkan untuk menganalisa apakah sperma tersebut subur, dan apakah lendir leher rahim wanita kondusif untuk pembuahan. Padahal, jika tes ini dilakukan bukan pada fase subur, tes ini akan invalid. Dan jangan lupa, tidak semua orang mengalami ovulasi pada hari 14 setelah menstruasi.
- Demikian juga tes biopsi dinding rahim, tidak akan menunjukkan hasil yang baik jika waktunya tidak tepat
- Alat untuk menentukan masa subur kadang kala tidak tepat:
- Alat ini biasanya mendeteksi munculnya hormon LH sebelum ovulasi. Padahal, ada wanita yang mengalami sindrom LUFS di mana hormon LH tidak menyebabkan ovulasi.
- Ada wanita yang mengalami kemunculan hormon LH jauh sebelum ovulasi itu sendiri (mini-peaks of LH).
- Alat ini tidak memberitahu apakah lendir leher rahim kondusif untuk sperma
- Ketepatan alat ini bisa berkurang jika terkena panas yang berlebihan
- Alat ini tidak akan memberi hasil positif jika dilakukan bukan pada masa subur. Sementara banyak wanita yang menyangka dirinya berovulasi hanya pada hari ke 14. Padahal tidak selalu demikian.
- Obat kesuburan seperti Pergonal atau Danicrone bisa mempengaruhi alat tersebut
- Alat ini tidak akurat untuk wanita di atas 40 tahun
- Ada wanita yang menyangka dirinya tidak bisa hamil, padahal kenyataannya dia bisa hamil tetapi mengalami keguguran.
Menurut Weschler[3], hal di atas bisa diatasi dengan menerapkan metode kesadaran kesuburan untuk mengetahui kapan fase subur terjadi.
[sunting] Penyebab Infertilitas
[sunting] Pada Wanita
[sunting] Pada Pria
[sunting] Mengatasi Infertilitas
- Obat kesuburan
- Pembedahan untuk membuka tuba falopii
- Inseminasi buatan
- Bayi tabung
[sunting] Referensi
- ↑ Wikipedia. Infertility. 23 May 2006
- ↑ MedicineNet. Infertility. Diakses 24 Mei 2006
- ↑ 3,0 3,1 Weschler, Toni. Taking Charge of Your Fertility. New York, Harper Collins Publishers, 2002. ISBN 0060937645
